Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh
dewasa sekitar 120 – 250 cm, tubuh bagian dorsal berwarna hitam dengan
garis-garis kuning atau putih disisi lateral dengan jarak satu garis
dengan yang lain agak teratur, ada juga yang berwarna hitam putih, tubuh
bagian ventral berwarna hitam atau kebiru-biruan, labial bawah berwarna
kuning dengan garis-garis hitam kecil, mata bulat dengan pupil mata
elips vertikal.
Habitat: Hutan
bakau, dataran rendah / kaki bukit hutan tropis, sungai.
Makanan: Burung, rodent, kadal, kodok, ikan, dan ular.
Kebiasaan: Arboreal sebagian besar nocturnal, sering
kali melingkar / bergelantungan pd cabang pohon, sesekali mencari makan
di dasar hutan, perenang handal, jika diganggu akan membuka mulutnya
cukup lebar dan membentuk posisi siaga dan jika menggigit maka mangsanya
akan di kunyah untuk mengalirkan bisanya, juga dpt membunuh mangsanya
dgn cara membelit.
Tipe gigi:
Ophiestoglypha
Racun dominan:
Belum diketahui.
Efek pada luka
gigitan: Tidak terlalu sakit dan sedikit rasa panas pd luka.
Efek racun pada tubuh: Terasa seperti demam bagi yang
anti bodinya kurang bagus.
No comments:
Post a Comment