Friday, April 19, 2013
Korelasi pemberian makan hidup ataumati pada ular terhadap tingkat kejinakan ular…???
Boa Constrictor Constrictor
Size: Boa constrictors
adalah jenis ular yang besar dengan panjang yang bisa mencapai 8 s/d 12
feet dengan berat 30 s/d 60 pound, jenis betina biasanya bisa mencapai
lebih besar dan panjang
Umur
Hidup: Jika dipelihara dengan baik biasanya bisa mencapai umur
30 thn.
Penampilan Fisik: Dengan
pesatnya perkembangan jenis jenis yang baru maka untuk menentukan
gambaran yang jelas mengenai ular ini sangat susah, tetapi secara umum
boa menampilkan patern yang menyerupai sadle. Campuran warna biasanya
dari abu-abu sampai coklat, biasanya ular yang masih kecil sedikit
terang warna kulitnya dari pada yang sudah dewasa.
Kandang: Boa yang baru
menetas memerlukan biasanya aquarium seukuran 20 gallon, Tapi mereka
cepat sekali menjadi besar dan memerlukan kandang yang lebih besar.
Biasanya kandang yang dipakai adalah kandang yang telah disesuaikan
dengan kebutuhan pemakainya. Ukuran kandang minimum adalah 8 feet x 3
feet x 4 feet (T). Dilarang menggunakan kayu yang belum di finishing
karena akan berakibat pada susahnya dibersihkan dan dapat melukai ular.
Suhu: Suhu 80 s/d 85 F
pada siang hari dan 75 s/d 80 F pada malam hari, Pemanasan untuk
berjemur 95 F. Pemanas dan Pencahayaan: Ular jenis ini memerlukan
pencahayaan selama 12 jam, hal ini bisa disesuaikan apabila akan
diternakkan, Sinar UV tidak perlu ditambahkan. Untuk mendapatkan pemanas
yang diginkan,bisa diguanakan pemanas yang diletakan dibawah aquarium
atau ceramic penghantar panas dan lampu pijar yang kurang dari 100 watt
diatas kandang sangat dianjurkan. Pengguanan Batu pemanas kurang bagus
karena bisa berakibat pada terbakarnya kulit ular.
Alas : Kertas koran,
Indoor / Outdoor Carpet dan serutan kayubisa digunakan, Serutan kayu
Aspen bisa dipaki sebagai alas, jika menggunakan serutan kayu dilarang
memberi makan dengan menaruh makanan pada dasarnya, karena akan
menyebabkan tertelannya serutan dan berakibat pada pencernaannya.
Lingkungan : Kotak
persembunyian dan harus yang besar bisa ditaruh sebagai tempat untuk
berjemur ataupun memanjat. Tempat air juga harus disediakan di dalam
kandang yang ukurannya disesuakan dengna tubuhnya agar ular bisa
berendam.
Pemberian Makan: Ular
Boa kecil diberi makan dengan tikus yang sudah berbulu, tapi bukan
pinkys, Sementara ular boa yang agak besar bisa diberi makan dengan 3
tikus dewasa atau kelinci yang masih kecil, sekali setiap 2 s/d 3
minggu. Sedangkan boa yang masih kecil bisa diberi makan setiap minggu
sekali untuk mempercepat pertumbuhannya.
Perawatan dan Pembersihan : Kandang harus
dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet
sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah
mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di
dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri
yang mungkin masuk bersama kotoran ular. Sangat disarankan mencuci
tangan sebelum dan sesudah memegang ular.
Blood Python (Dipong) / Python Curtus Brongersmai, Python Curtus Curtus, Python Curtus Breitensteini , sanca kendang

Ukuran Dewasa: 5-7 kaki
Usia: 20 tahun.
Telur yang Dihasilkan: 18-30 telur.
Di daerah asalnya dipong dapat ditemukan di daerah persawahan, dan di wilayah2 yang basah. jenis ini bukan termasuk spesies yang langka dan dilindungi (tapi kalo diburu terus buat dimakan sama dijual, ya abis juga nantinya). Ular ini adalah pemburu yang tangguh, dan merupakan pemangsa oportunis yang memakan apa saja yang hidup (mamalia kecil dan medium, dan unggas).
Mangsa (makanannya):Tikus Putih, Rat, Marmut, Kelinci, Bebek, Ayam.
Tingkat Kesulitan Pemeliharan: Medium
Karakteristik: tergatung individu, ada yang mudah stress, ada juga yang tangguh, ada yang galak, ada yang jinak banget, ada yang langsung nyaplok!! kalo liat orang,,,
Kandang: ukuran kandang harus memungkinkan untuk ular tersebut meluruskan tubuhnya, harus menyimpan cukup kelembaban.kebersihan kandang juga sangat mempengaruhi kesehatan ular ini, karena kandang yang kotor dan lembab dapat menyebabkan penyakit.
Alas Kandang: Koran paling aman dan murah, spagnum moss sangat baik untuk dipong tetapi kebersihannya harus terjaga dengan baik, karena sangat mudah menyimpan kotoran dan jamur.
White-lipped python - Leiopython albertisii

Negara: Papua New Guinea, Australia, Indonesia
Benua: Asia, Oceania
Makanan: mamalia kecil, burung
Jenis: Carnivora
Habitat: Tropical rainforest
Status Konservasi: banyak ditemui
Family Terdekat: Amethystine python, green tree python
Termasuk dalam ular yang berukuran medium, merupakan ular phyton yang ramping, dengan pertumbuhan paling besar dapat mencapai 2 m, bahkan dapat mencapai 3m. Tubuhnya berwarna emas dan kepalanya hitam. Disamping mulutnya berwarna putih dengan garis zigzag, sehingga kita melihatnya seperti dia memiliki gigi yang besar-besar. Seperti jenis phyton pada umumnya phyton ini tidak berbisa, cara membunuh mangsanya dengan meremas dengan erat sampai mangsanya tidak bisa bernafas dan mati. Seperti ular umumnya, ular ini menelan mangsanya dari bagian kepalanya. Bagian rahang atas dari kepala phyton merekat kuat dengan bagian bawah rahangnya dengan sebuah ligamen yang elastis, hal ini memungkinkan ular ini dapat menelan mangsa yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar darinya. Ular phyton tidak mengunyah makanannya tetapi akan langsung dicerna oleh asam yang sangat kuat dalam perutnya.
Spesies ini hidup didarat umumnya membuat lubang didalam tanah dan hidup di hutan hujan di Irian Jaya dan pulau-pulau sekitarnya. Pada umumnya ditemukan pada habitat rawa dan sering ditemukan ular ini sedang berenang. Ular betinanya merupakan ibu yang baik, mereka menjaga dan mengerami telurnya sampai telurnya menetas. Phyton ini dapat mendesis lebih keras dari phyton lainnya, terutama jika mereka terasa terganggu. Phyton jantan memiliki taji yang pendek dibagian bawah tubuhnya yang digunakan sebagai alat kopulasi.
Betinanya dapat berkembang biak setiap tahun, sering ditemui juga 2 kali dalam setahun, mereka dapat mengeluarkan telur sebanyak 8-15 buah telur. Sama seperti jenis phyton lainnya, telurnya diletakkan dalam satu tumpukan. Hal ini merupakan suatu adaptasi untuk menghindari jumlah yang tercecer dalam suatu permukaan yang luas serta membantu mencegah dari kekeringan. Betinanya mengerami telurnya dengan cara melingkarkan tubuhnya pada tumpukan telur dan kepalanya berada diatas. Setelah sekitar 2 bulan, anak-anaknya sudah siap untuk menetas dan mereka sudah bisa mencari makan sendiri.
Jenis phyton ini tidak ditetapkan sebagai spesies yang terancam punah di alam liar, tetapi sebagai reptil yang banyak ditempat tropis, habitat mereka sangat rapuh dan dengan mudah bisa dihancurkan. White-lipped python termasuk dalam keluarga ular phyton yang terbesar di dunia.
Burmese Python / Python molurus bivittatus

Burmese Phyton berasal
dari Asia Tenggara , Indonesia . Ukuran Burmese
python bisa mencapai panjang 17-18 kaki dan berat mencapai 200
pound/lebih. Sangat mungkin ular ini dapat mencapai panjang 10 kaki pada
18 bulan. Rekor yang tercatat saat ini adalah 26 kaki. Umur Burmese
pythons dapat mencapai 25 tahun/lebih dalam pemeliharaan yang
baik.
Perhatian : Dikarenakan ukuran yang besar
serta panjangnya ular ini sangat tidak dianjurkan untuk pemula.
Memelihara ular ini diperlukan suatu keseriusan dan tidak jarang pula
investasi yang sangat mahal. Disebabkan karena tidak adanya penanganan
yang memadai ular ini akan menyebabkan kematian. Salah satu contoh
adalah mengalungkan ular ini di leher.
Umum: Dengan tersedianya jenis yang banyak di penangkaran,
sekarang bisa diperoleh bermacam warna dan jenis. Yang paling populer
adalah Albino, Hijau, Labyrinth, Granit, Tiger.
Ukuran kandang seekor Burmese Python
ukuran kecil membutuhkan tempat paling minim seukuran aquarium 20
gallon atau lebih, sampai dia mendapat tempat yang lebih besar. Di
karenakan ukuran yang besar kadang harus di buat dengan ukuran minimal :
6“ 8 kaki panjang X 2“ 4 kaki lebar X 3“ 4 kaki tinggi. Sangat tidak
disarankan menggunakan kayu yang belum finishing dikarenakan lebih mudah
cepat rusak dan dapat melukai ular itu sendiri. Temperatur: siang Hari
85° sampai 90° F, dengan tempat berjemurnya antara 90° sampai 93° F.
Malam hari temperatures berkisar antara 75° sampai 80° F.
Untuk
pemanas dan penerangan tidak diperlukan lampu UV, untuk ular jenis ini.
Pencahayaan sekitar 10 sampai 12 jam bisa menggunakan lampu pijar
biasa. Menggunakan lampu pijar sebagai pemanas atau keramik penghantar
panas dapat juga di pakai sebagai penghangat. Pemanas dari batu santa
tidak di anjurkan karena bisa overheat dan membuat ular terluka.
Untuk
alas indoor maupun outdoor carpet model Atroturf TM dianjurkan dalam
pemakaian karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, selain itu yang
paling mudah adalah koran, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang
mengandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular.
Dikarenakan ular ini berasal dari Hutan Tropical basah, jadi memerlukan
kelembaban yang sesuai. Terlalu lembab dapat menimbulkan tumbuhnya
bakteri maupun jamur demikian halnya apabila terlalu rendah
kelembabannya menyebabkan terjadinya masalah dalam pergantian kulit. Di
dalam kandang juga bisa disediakan air untuk menjaga kelembaban, tetapi
harus diingat bila malam harus di keluarkan dari kandang karena akan
meningkatkan kelembaban..
Setelah
menetas Burmese pythons bisa makan tikus dewasa ukuran kecil sebagai
makanan pertama mereka, Burmese pythons dewasa memerlukan kelinci
sebagai makanannya, dalam pemeberian makan tidak boleh terlalu sering
karena berakibat pada obesitas. Apabila memberikan makan dengan makanan
beku harus dicairkan terlebih dahulu guna mengurangi resiko terlukanya
ular karena makan makan yang masih beku. Sangat tidak dianjurkan memberi
makan dari binatang liar karena mungkin masih mengandung racun yang
berbahaya bagi kesehatan ular.
Perawatan
dan pembersihan kandang harus dilakukan setiap hari, apa bila
menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk
dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet
sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti
setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersam kotoran
ular. Sangat disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang
ular.
Burung Surga Terindah diDunia
Burung Surga Terindah diDunia – DiBumi
ini Setidaknya Terdapat lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga
Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Ada sekitar
13 Genus dari burung-burung surgaini dan yang paling
terkenal adalah anggota genus Paradisaea. Di Indonesia sendiri kita
sering menyebutnya dengan nama burung cendrawasih. Bercirikan dengan
warna yang mencolok dan cerah, bulu berwarna kuning, biru, merah, dan
hijau. Dengan warna-warna yang demikian mereka menjadi burung paling
indah dan menarik di dunia, sehingga disebut sebagai burung dari surga.
Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan
pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya
keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya
perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.
berikut adalah daftar 10 Burung
Cendrawasih Terindah didunia
10. Princess Stephanie’s
Astrapia (Astrapia stephaniae)
Foto Burung Cendrawasih Terindah di Dunia |
Stephanie Astrapia berukuran sekitar
37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau
dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan.
Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan.
Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.
9. Wilson’s Bird of Paradise
(Cicinnurus respublica)
Wilson’s Bird of Paradise berukuran
lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah
dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan
dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina
berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Merupakan endemik Indonesia,
dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah
Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.
8. King of Saxony bird of
paradise (Pteridophora alberti)
King of Saxonyi adalah sejenis burung
pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan
dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya
terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti
panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu
memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji.
Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna
hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan
dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut.
Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik
gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi
mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan
pegunungan pulau Irian.
7. Lawes’s Parotia (Parotia
Lawesii)
Parotia lawesii berukuran sedang
sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di
tenggara dan timur Papua Nugini. Burung jantan memiliki warna hitam
dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada
hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata
dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna
coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.
6. Red bird of paradise
(Paradisaea rubra)
Kita menamakannya Cendrawasih Merah,
panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning.
Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya
yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi
perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat
dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung
betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna
coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari
Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah
pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian
Jaya Barat.
5. Riflebird Paradise
(Ptiloris paradiseus)
Kalau anda pernah melihat film Planet
Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang
sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni
mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning.
Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun. Merupakan endemik di
Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South
Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya
dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung
betina untuk memikat mereka.
4. Blue bird of paradise
(Paradisaea rudolphi)
Namanya mengingatkan nama salah satu
angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm,
berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan
dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Sehingga
disebut juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise adalah
burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan
tenggara Papua Nugini.
3. Astrapia Ribbon-tailed
(Astrapia mayeri)
Ini adalah salah satu burung
cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan
memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh,
panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Panjang
burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa
mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun
sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor
panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di
bagian tengah Pulau Irian.
2. Raggiana bird of paradise
(Paradisaea Raggiana)
The Raggiana bird of paradise dikenal
juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang
paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini
terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut.
Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris
kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki
mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara
tenggorokan. Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung
subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan,
dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
1. Lesser bird of paradise
(Paradisaea minor)
The Lesser bird of paradise dikenal
dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung cantik ini berukuran sedang
dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota
kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.Burung jantan memiliki
tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi
dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal
berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil
dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna
putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu indah sebagai hiasan. Daerah
penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan
pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.
Katak Unik yang Langka
Katak merupakan binatang amphibi yang
hampir di setiap negara ada. Hanya saja ada beberapa spesies dari katak
ini yang mulai terancam keberadaannya. Bahkan hamper punah. Dari spesies
yang hampir punah tersebut terdapat yang sangat unik dan tentu saja
langka. Berikut katak yang unik dan langka di dunia :
1. Katak Pelangi Malagasy
Katak pelangi Malagasy hidup di hutan
kering berbatu di Isalo Massif Madagaskar. Katak ini berkembang biak di
kolam dangkal dan bisa ditemukan di lembah. Spesies ini juga bisa
ditemukan di daerah berbatu. Ketika dalam kondisi terancam, Malagasy
akan mengembangkan dirinya untuk melindungi diri dari para predator.
Strategi proteksi tersebut terbilang ampuh dalam mempertahankan
hidupnya. Katak ini juga memiliki banyak nama lainnya yaitu, Ornate
Hopper, Rainbow Burrowing Frog, Red Rain Frog, dan Gottlebe’s
Narrow-mouthed Frog.
Katak Pelangi Malagasy (Sumber: thefeaturedcreature.com)
2. Katak Kaca
Hyalinobatrachium
Pellucidum juga disebut sebagai katak kaca atau kristal, karena kulitnya
yang transparan sehingga kita bisa melihat organ tubuhnya. Katak kaca
bukan spesies baru, namun keberadaannya terancam punah. Sehingga ketika
katak ini kembali ditemukan menjadi kabar menggembirakan bagi peneliti
dan ekosistem.
Katak Kaca (Sumber: oufish.com)
3. Katak Atelopus (Katak
Badut)
Katak Atelopus dikenal dengan banyak
nama seperti Katak Badut atau Katak Harlequin. Katak itu adalah katak
neo-tropis yang hidup menyebar cukup luas sekali di seluruh Kosta Rika
dan Panama. Di sebut Katak Badut lantaran corak di tubuhnya yang
terlihat lucu seperti badut. Katak ini juga diperkirakan sudah terancam
punah, hanya habitat di Panama yang masih bisa dijumpai.
Katak Atelopus (Katak Badut) (Sumber:
discovery.com)
4. Katak Kecil (Small Frog)
Umumnya berada di daerah ketinggian akan
terdapat hewan yang lebih besar dari habitat yang hidup di daerah
normal. Tapi tidak bagi katak kecil ini, spesies yang sudah mulai langka
ini justru hidup di dataran tinggi pegunungan Andes Peru selatan yang
mencapai 9.925 hingga 10.466 kaki. Ukuran katak ini tidak melebihi ujung
ibu jari tangan manusia.
(Sumber: guzer.com)
5. Katak Goliath (Conraua)
Katak Goliath atau Conraua Goliath
adalah katak terbesar yang masih ada di dunia. Conraua Goliath bisa
tumbuh hingga panjangnya lebih dari 33 cm dan berat mencapai 3 kg. Katak
ini hanya memiliki habitat yang relatif kecil, terutama hanya di
wilayah Afrika Barat seperti di Gabon. Katak Goliath bisa hidup hingga
15 tahun dengan makanannya seperti kalajengking, serangka dan katak
kecil. katak-katak ini memiliki pendengaran yang peka namun tidak
memiliki kantung suara.
Katak Goliath (Conraua) (Sumber:
blogspot.com)
1. Red Coat FrogKatak ini memiliki mantel merah oranye / merah pada permukaan tubuhnya. Katak kecil ini mencapai ukuran 2,5 cm dan merupakan katak asli negara Madagaskar.
Red Coat Frog (Sumber : Web)
2. Toxic FrogKatak beracun dengan warna seperti safir biru ini adalah nama umum dari suatu kelompok katak dalam keluarga Dendrobatidae, yakni katak yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tidak seperti kebanyakan katak, spesies ini lebih aktif di siang hari dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah. Ada banyak dari spesies ini kritis dan terancam punah. Katak ini sering disebut “anak panah katak” oleh suku Indian asli yang memang sering menggunakan sekresi beracun jenis ini untuk meracuni ujung busurnya.
Toxic Frog (sumber : Web)
3. Pillow FrogKatak bantal ini dapat tumbuh hingga panjang enam inci dan bisa ditemukan di Uruguay, Brasil, dan Argentina utara. Walaupun mungkin terlihat seperti bantal yang diam, namun katak ini cepat dalam menyerang kadal, tikus, burung, dan katak lain.
Pillow Frog (Sumber : Web)
4. Darwin’s frogKatak Darwin cukup teratur muncul sampai sekitar tahun 1978. Namun kini tidak muncul lagi dan tampaknya sekarang mungkin sudah punah. Spesies yang hidup di tempat gunungan sampah daun di hutan hujan ini memiliki metode yang tidak biasa dalam hal pengasuhan anak-anaknya. Sang jantan mengambil telur dari sarang ke kantung vokal mereka untuk kemudian menetas jadi kecebong setelah delapan hari. Ketika mulai merasakan kecebong yang baru menetas menggeliat, katak jantan membawa mereka ke sungai.
Darwin’s frog (sumber : Web)
5. Vietnam FrogTheloderma corticale, atau katak berlumut Vietnam, adalah spesies katak dalam keluarga Rhacophoridae. Katak ini ditemukan di Vietnam dan mungkin Cina. Biasa hidup di alam habitat hutan dataran rendah subtropis atau tropis lembab, di sekitar air tawar, dan daerah berbatu. Nama umum katak berlumut ini timbul dari kondisi bahwa kulit bintik-bintik dan hijau tua yang menyerupai lumut tumbuh di batu. Ini adalah bentuk efektif penyamaran katak ini. (**)
Burung Langka di Dunia
Burung adalah salah satu keajaiban,
kebesaran, dan keindahan yang diberikan oleh sang Pencipta melalui
kehadirannya di alam semesta, selain tanaman dan bebungaan lainnya.
Burung adalah mahakarya mahluk mekanis dengan segala keindahannya, yang
memiliki peranan penting dalam ekosistem, mereka membantu penyebaran dan
menyuburkan tanaman, sehingga bumi menjadi hijau. Namun masih banyak
jenis dan nama burung yang masih belum ditemukan di setiap belahan
bumi:
1.Burung Palila
Burung Palila
merupakan salah satu jenis burung penghisap madu berasal dari Hawaii,
bulunya berwarna abu-abu, sayap dan ekor berwarna hijau, serta kuning
keemasan di kepala dan dada. Perut di dominasi warna cerah abu
keputihan. Memiliki panjang 19 cm dengan paruh yang bulat.
2. Frigatebird dari Pulau Natal
Burung ini berasal dari Pulau Natal,
Samudera Hindia. Mereka biasanya sering terlihat bertengger di
pohon-pohon yang tinggi. Tubuhnya memiliki panjang 90-100 cm, sebuah
ukuran yang besar. Ekornya melebar saat terbang dengan bulu perut
berwarna putih, warna sedikit pucat pada bagian atas sayap, dan tentu
sja bulu hitam mendominasi tubuhnya. Ia mampu untuk berenang, menyelam,
bahkan berjalan di atas permukaan air.
3. Burung Merganser Brazil
Burung ini
ditemukan di Brazil. Memiliki ukuran tubuh, panjang sekitar 49-56 cm,
menyerupai bebek pada umumnya, berwarna gelap di bagian atas, abu abu
gelap bagian dada hingga perut, dan spekulum sayap berwarna putih.
Spesies burung ini ditemukan di Brazil Tengah bagian selatan, mereka
selalu terbang cepat menyusuri sungai, danau dan perairan dangkal
lainnya.
4. Burung Bustard India
Spesies burung
ini dapat kita temukan di Andhra Pradesh, Gujrat, Jammu, Kamataka,
kashmir, Madhya Pradesh, Rajasthan Barat, dan Lala Parjau. Mereka
seringkali terlihat di padang rumput bahkan padang gersang. Spesies ini
mendekati kepunahan akibat banyak diburu dan akibat penggunaan
pestisida.
5. Burung Marvellous
Spatuletail
Spesies burung
pelatuk ini memiliki ukuran tubuh sepanjang 15 cm dengan bulu biru
disepanjang bagian dadanya. Burung ini dapat terlihat di Rio Utcumbaba.
Keunikan dan kelangkaan dari burung ini adalah memiliki empat warna yang
terdapat di bagian ekornya, namun sangat disayangkan populasinya
semakin berkurang akibat adanya deforestasi (penebangan hutan), bahkan
sekarang hanya ada sekitar ribuan saja yang terlihat. (**)
6. Burung Ibis Jambul
Asia (Asian Crested Ibis)
Spesies burung ini dapat ditemukan di kawasan Asia terutama Cina,
Jepang dan beberapa wilayah timur Russia. Mereka mudah dikenali karena
memiliki bentuk kepala indah yang ditumbuhi bulu tebal dengan wajah,
serta kaki berwarna merah. Mereka biasa berkumpul di daerah perairan
seperti pinggiran sungai besar, rawa, dan bendungan. Mereka membuat
sarangnya dan berlindung di pepohonan yang tinggi.
7. Bangau Mahkota Merah
Keberadaannya tidak saja hanya di Jepang, melainkan hampir di
beberapa wilayah kawasan benua Asia. Spesies ini juga dikenal dengan
sebutna Bangau Manchuria ataupun Bangau Jepang, ukurannya besar, dan
hanya dapat ditemukan di benua Asia. Bangau Manchuria adalah simbol
kesetiaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Bulunya didominasi warna putih
dan beberapa bagian berwarna hitam sepeti leher atas, sayap bagian
bawah dan ekor, dan bagian istimewa tentu saja warna merah yang ada
dipuncak kepalanya berwarna merah. Rata-rata panjang tubuhnya 136 cm
sementara tinggi tubuhnya 158 cm
8. Burung Nuri Perut Jingga (Orange-Bellied
Parrot)
Spesies burung ini dapat kita temukan di kawasan Australia bagian
utara, mereka hidup di sepanjang pesisir sungai kecil dengan padang
rumput yang luas, pepohonan teh, semak belukar dan rawa air payau.
Penampilan mereka mungil dengan ekor yang pendek dan perut berwarna
jingga, dan bulu badan serta sayap yang didominasi warna hijau rumput
cerah, serta kuning
9. Burung Kakapo
Kakapo adalah spesies burung nokturnal yang teraneh dan langka di
dunia. Beratnya sekitar 3,5 kg atau sekitar 8 pon. Burung ini ditemukan
disebuah pedesaan, Selandia Baru, sebuah habitat bagi berbagai jenis
reptil dan burung. Ia tidak dapat bertarung mempertahankan diri dan
sangat rentan untuk diserang oleh pemangsa.
10. Burung Emerald Honduras
Burung yang memiliki suara khas, dapat
ditemukan di kawasan Amerika Selatan, Honduras, tepatnya di sebuah hutan
tropis yang cukup kering, menghabiskan waktunya di antara ranting pohon
dan semak belukar. Burung ini memiliki ukuran tubuh sekita 9,5 cm,
berwarna hijau.
Mahkluk - Mahkluk Terbesar di Dunia
Terbesar di
Daratan Sepanjang Masa
Argentinosaurus

Merupakan hewan darat terbesar sepanjang masa. Hewan ini memiliki panjang sekitar 45 meter dan berat kurang lebih 95 ton atau 30 kali berat gajah afrika. Mahluk ini hidup pada masa Cretaseous atau 100 juta tahun yang lalu. Mereka hidup berkelompok dan sering kali menjadi mangsa dari predator raksasa seperti Giganotosaurus.
Terbesar yang pernah terbang
Ornithocheirus


Merupakan mahluk terbesar yang pernah terbang. Sayap mahluk ini dari ujung ke ujung sepanjang 46 kaki atau 18 meter. Bahkan di sayapnya ini cukup untuk menampung 2 mobil keluarga. Ornithocheirus memakan ikan. Mahluk sebesar ini dapat terbang karena tubuhnya dibuat berongga sehingga mudah untuk terbang. Meskipun mahluk ini besar, seringkali mahluk ini menjadi santapan Deinosuchus atau Sarchosucus.
Predator Darat Terbesar Sepanjang Masa
Giganotosaurus

Giganotosaurus dinobatkan sebagai predator darat terbesar yang pernah ada. Struktur tubuh Gigan mirip dengan t-rex. Tetapi t-rex lebih pendek dan tubuhnya ‘hanya’ sekitar 9 meter, sedangkan Gigan dewasa bisa mencapai 13 meter. Raksasa ini hidup berkelompok dalam menjatuhkan mangsa besarnya seprti seekor Argentinosaurus dewasa.
Spinosaurus


Spinosaurus memiliki lempengan tulang di punggungnya setinggi 2 meter yg membuat tubuhnya jadi terlihat lebih besar lagi. Pertama kali ditemukan di mesir pada tahun 1915.
Menurut penemuan terbaru, Spinosaurus adalah yang jenis theropoda yang paling besar, bahkan lebih besar dari Tyrannosaurus rex atau Giganotosaurus. Penemuan terbaru ini menyatakan bahwa Spinosaurus memiliki panjang sekitar 16 sampai 18 meter dengan bobot dan 9 ton. Namun, pernyataan ini hanyalah dugaan sementara, sehingga figur ini belum bisa di buktikan secara jelas.
Predator Laut Terbesar Sepanjang Masa
Liopleurodon


Liopleurodon disebut-sebut merupakan predator terbesar sepanjang masa. Mahluk ini memiliki gigi sepanjang 30cm, dan tengkorak sepanjang 5 meter. Panjang maksimal tubuh monster ini adalah 25 meter. Makanan monster ini tentu saja tubuh paus dan berbagai mahluk berdaging banyak lainnya. Hidup 140 juta tahun lalu.
Megalodon

Megalodon adalah sejenis hiu yang hidup di masa purba. Hiu ini merupakan nenek moyang hiu dan tentunya memiliki ukuran yang luar biasa besar. Megalodon kecil berukuran sekitar 6 meter panjangnya. Sedangkan Megalodon dewasa berukuran sekitar 18 meter atau sebesar kapal. Makanan hiu ini biasanya seekor paus. Cara mereka makan pun sama dengan hiu modern.
Predator Amphibi Terbesar Sepanjang Masa
Sarcoshucus

Sarcosuchus, keluarga dekat buaya merupakan jenis buaya yang paling besar dalam keluarga buaya. Panjang tubuh monster raksasa ini sekitar 50 kaki dengan berat sekitar 8-10 ton, atau hampir sama dengan ukuran sebuah bus. Sarcosuchus kadang bisa memakan seekor dinosaurus raksasa yang senang meminum air di sungai tempat sarcosuchus tinggal.
Ular terbesar
Titanoboa

Titanoboa (Boa Titan) adalah genus ular yang hidup sekitar 60 hingga 58 juta tahun yang lalu pada periode Paleosen.[1] Satu-satunya spesies dalam genus ini yang diketahui adalah Titanoboa cerrejonensis, ular terbesar yang pernah ditemui.[1] Ilmuwan memperkirakan T. cerrejonensis memiliki panjang 13 m dengan massa lebih dari 1.100 kg, dan memiliki lebar 1 m. Fosil 28 T. cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di Kolombia utara tahun 2009
Argentinosaurus
Merupakan hewan darat terbesar sepanjang masa. Hewan ini memiliki panjang sekitar 45 meter dan berat kurang lebih 95 ton atau 30 kali berat gajah afrika. Mahluk ini hidup pada masa Cretaseous atau 100 juta tahun yang lalu. Mereka hidup berkelompok dan sering kali menjadi mangsa dari predator raksasa seperti Giganotosaurus.
Terbesar yang pernah terbang
Ornithocheirus


Merupakan mahluk terbesar yang pernah terbang. Sayap mahluk ini dari ujung ke ujung sepanjang 46 kaki atau 18 meter. Bahkan di sayapnya ini cukup untuk menampung 2 mobil keluarga. Ornithocheirus memakan ikan. Mahluk sebesar ini dapat terbang karena tubuhnya dibuat berongga sehingga mudah untuk terbang. Meskipun mahluk ini besar, seringkali mahluk ini menjadi santapan Deinosuchus atau Sarchosucus.
Predator Darat Terbesar Sepanjang Masa
Giganotosaurus

Giganotosaurus dinobatkan sebagai predator darat terbesar yang pernah ada. Struktur tubuh Gigan mirip dengan t-rex. Tetapi t-rex lebih pendek dan tubuhnya ‘hanya’ sekitar 9 meter, sedangkan Gigan dewasa bisa mencapai 13 meter. Raksasa ini hidup berkelompok dalam menjatuhkan mangsa besarnya seprti seekor Argentinosaurus dewasa.
Spinosaurus

Spinosaurus memiliki lempengan tulang di punggungnya setinggi 2 meter yg membuat tubuhnya jadi terlihat lebih besar lagi. Pertama kali ditemukan di mesir pada tahun 1915.
Menurut penemuan terbaru, Spinosaurus adalah yang jenis theropoda yang paling besar, bahkan lebih besar dari Tyrannosaurus rex atau Giganotosaurus. Penemuan terbaru ini menyatakan bahwa Spinosaurus memiliki panjang sekitar 16 sampai 18 meter dengan bobot dan 9 ton. Namun, pernyataan ini hanyalah dugaan sementara, sehingga figur ini belum bisa di buktikan secara jelas.
Predator Laut Terbesar Sepanjang Masa
Liopleurodon
Liopleurodon disebut-sebut merupakan predator terbesar sepanjang masa. Mahluk ini memiliki gigi sepanjang 30cm, dan tengkorak sepanjang 5 meter. Panjang maksimal tubuh monster ini adalah 25 meter. Makanan monster ini tentu saja tubuh paus dan berbagai mahluk berdaging banyak lainnya. Hidup 140 juta tahun lalu.
Megalodon

Megalodon adalah sejenis hiu yang hidup di masa purba. Hiu ini merupakan nenek moyang hiu dan tentunya memiliki ukuran yang luar biasa besar. Megalodon kecil berukuran sekitar 6 meter panjangnya. Sedangkan Megalodon dewasa berukuran sekitar 18 meter atau sebesar kapal. Makanan hiu ini biasanya seekor paus. Cara mereka makan pun sama dengan hiu modern.
Predator Amphibi Terbesar Sepanjang Masa
Sarcoshucus

Sarcosuchus, keluarga dekat buaya merupakan jenis buaya yang paling besar dalam keluarga buaya. Panjang tubuh monster raksasa ini sekitar 50 kaki dengan berat sekitar 8-10 ton, atau hampir sama dengan ukuran sebuah bus. Sarcosuchus kadang bisa memakan seekor dinosaurus raksasa yang senang meminum air di sungai tempat sarcosuchus tinggal.
Ular terbesar
Titanoboa

Titanoboa (Boa Titan) adalah genus ular yang hidup sekitar 60 hingga 58 juta tahun yang lalu pada periode Paleosen.[1] Satu-satunya spesies dalam genus ini yang diketahui adalah Titanoboa cerrejonensis, ular terbesar yang pernah ditemui.[1] Ilmuwan memperkirakan T. cerrejonensis memiliki panjang 13 m dengan massa lebih dari 1.100 kg, dan memiliki lebar 1 m. Fosil 28 T. cerrejonensis ditemukan di tambang batu bara Cerrejón di Kolombia utara tahun 2009
Saturday, April 13, 2013
Ular Weling (Bungarus Candidus)

Ciri-ciri fisik: Kepala oval, panjang tubuh dewasa sekitar 80 – 160 cm, warna kulitnya loreng hitam putih cerah dengan ukuran yang tidak seragam melingkar membentuk cincin, badan berpenampang bulat, bagian bawah putih polos, kelihatan mencolok di malam hari.
Habitat: Sawah, perkebunan, dekat pemukiman penduduk, perbukitan dataran rendah sampai pada ketinggian 1600 m dpl.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), tidak agresif di siang hari, cenderung menghindar jika diganggu atau menyembunyikan kepalanya di bawah badannya dengan melingkar, sensitif dengan cahaya dan akan berusaha mendekti.
Tipe gigi: Ophistoglypha.
Racun dominan: Neurotoxin (menyerang sistem syaraf)
Efek pada luka gigitan: hampir tidak ada.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Menyebabkan kematian, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 60 – 70%
Ular Welang (Bungarus Fasciatus)

Habitat: Hutan, persawahan, perkebunan atau di sekitar permukiman penduduk.
Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), tidak agresif di siang hari, cenderung menghindar jika diganggu atau menyembunyikan kepalanya di bawah badannya dengan melingkar, sensitif dengan cahaya dan akan berusaha mendekti.
Tipe gigi: Ophistoglypha.
Racun dominan: Neurotoxin (menyerang sistem syaraf)
Efek pada luka gigitan: hampir tidak ada.
Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
Efek pada sistem syaraf: Menyebabkan kelumpuhan.
Efek klinis: Menyebabkan kematian, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 1 – 10%
Ular Gadung Luwuk (Trimeresurus albolabris)

- Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 40 – 100 cm, kepalanya berbentuk segi tiga, leher kecil, sisik kasar, mempunyai lubang sensor panas di antara mata dan lubang pernafasan, mata merah, warna kulit bawah hijau cerah sedangkan punggungnya agak tua, ekor merah dan runcing.
- Habitat: Hutan bambu, semak-semak hijau, pepohonan hijau atau dekat sungai.
- Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
- Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada mamal hari) dan semi arboreal (siang hari menghabiskan waktu di dahan pohon dan malam hari di daratan), tidak melarikan diri bila di pegang atau diganggu bahkan akan langsung menggigit.
- Tipe gigi: Solenoglypha (taring bisa dapat dilipat).
- Racun dominan: Hemotoxin (menyerang sel darah)
- Efek pada luka gigitan: Sakit, bengkak, memar, terasa panas.
- Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
- Efek klinis: Berpotensi membahayakan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 1 – 10%
Ular Bandotan Macan (Vipera Russelli)

- Ciri-ciri fisik: Panjang tubuh dewasa sekitar 100 – 150 cm, badan coklat dengan corak gambar membentuk oval tak beraturan, membesar diperut dan mengecil ke ekor serta leherjantan lebih besar dari pada betina, kepalanya berbentuk segi tiga, mempunyai lubang sensor panas di antara mata dan lubang pernafasan.
- Habitat: Semak-semak daun kering, ladang pertanian, persawahan, daerah bebatuan, atau padang rumput pd ketinggian sampai 2000 m dpl.
- Makanan: Kadal, katak, tikus atau mamalia kecil lainnya.
- Kebiasaan: Nocturnal (aktif pada malam hari), mulai aktif pada sore hari, menangkap mangsa dengan cara menyergap (ambush), jika merasa terganggu akan cenderung diam dari pada melarikan diri dan akan mengeluarkan suara (hissing) yg sangat keras dengan di barengi dgn posisi siaga (“S” shape) mulai dari leher ke kepala. serangannya sangat cepat dan luka gigitan sangat dalam.
- Tipe gigi: Solenoglypha (taring bisa dapat dilipat).
- Racun dominan: Hemotoxin (menyerang sel darah)
- Efek pada luka gigitan: Sakit, bengkak, memar, terasa panas.
- Efek racun pada tubuh: Sakit kepala, pusing, mual, muntah, sakit pada perut, pendarahan, pingsan.
- Efek klinis: Berpotensi mematikan, tingkat kematian karena tidak tertolong sekitar 10 – 20%
Subscribe to:
Posts (Atom)