Thursday, November 28, 2013

BKSDA Banten Kembali Amankan Ratusan Hewan Langka yang akan Diselundupkan


Polhut BKSDA Banten tengah memeriksa Ratusan Kukang asal Lampung yang akan di selendupkan ke wilayah Tanggerang di kantor BKSDA Banten di Gg perintis kecamatan Serang Kota Serang Banten, Kamis (7/11).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  kelas 1 Jawabarat di Serang Banten kembali mengamankan ratusan hewan langka jenis kukang yang akan diselundupkan. Ratusan kukang yang berasal dari pulau Sumatera itu rencananya akan di bawa ke sejumlah wialayah di Cikupa Tanggerang.
Penyidik pegawai negeri sipil polisi hutan BKSDA Banten Sudrajat kepada RRI mengungkapkan, bahwa dari hasil kerjasana dengan pihak kepolisian sektor Merak, pihaknya berhasil menyita sebanyak 238 kukang dari provinsi Lampung.
“Karena hewan tersebut masuk dalam kategori hewan langka, maka pemasok hewan bisa ditetapkan tersangka, lantaran dinilai telah melanggar undang-undang ri no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, dengan ancaman hukuman sekurang-kurangnya 5 tahun penjara atau denda paling banyak 100 juta rupiah,” ungkapnya.
Sudrajat menjelaskan, meskipun wanita rumah tangga yang diketahui bernama Pujiastuti tersebut, untuk sementara dikenakan sebagai tersangka, lantaran berusaha untuk menguasai atau memiliki hewan langka jenis kukang tersebut.
“Secara tidak langsung orang yang membawa hewan langka tanpa ijin bisa dikenakan jadi tersangka,” jelas Sudrajat.
Sementara itu Puji astuti ketika ditemui di ruang pemeriksaan BKSDA Banten mengaku, bahwa dirinya hanya disuruh oleh seseorang untuk menghantarkan ratusan kukang kepada pemesan di wilayah Tanggerang.
‘Saya sama sekali tidak tahu pa, kalo  hewan jenis kukang itu merupakan jenis hewan yang dilindungi,” lirih Puji sambail menangis sesegukkan.
Sementara ratusan kukang dari Provinsi Lampung itu akan dibawa ke PPS bogor untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, untuk selanjutnya akan dilepas ke habitatnya di Provinsi Lampung.

Wednesday, November 27, 2013

YAMAHA R25 250CC SIAP MENANTANG NINJA 250


Akhirnya …Mas bro sekalian setelah berbulan-bulan didera isu mengenai project motor sport 250cc Yamaha, terjawab sudah, Yamaha telah resmi meluncurkan Motor kelas 250 yang diberi nama R25.
Motor ini di buat dan didesain sengaja untuk melawan Ninja 250cc, karena spek R25 ini adalah 2 silinder juga. Hal ini ditegaskan oleh Mr. Takeda (Exec Director PT. YIMM) bahwa CBR250R bukanlah target Yamaha.
Sebab  di Indonesia motor yang paling laku dikelas 250cc adalah Ninja 250cc, selain itu speck Yamaha juga 2 silinder jadi secara head to head fair jika perang melawan Ninja 250cc seperti dilansir oleh overdrive.
Engine DOHC 249cc fuel injection, Pipa suspensi inner tube R25 berukuran 41mm, sasis bukanlah Delta box tapi menganut Turbular seperti pesaingnya Ninja 250 dan CBR 250. Swing arm die cast aluminium makin menambah garangnya motor Yamaha yang dikonsep Sport Racing. untuk bagian rem depan yang terpajang dalam prototype adalah double disk ABS, namun untuk dijual dipasaran umum bisa berubah sesuai harga yang terjangkau dipasaran Indonesia.
Yamaha R25 ini diracik oleh Mr. Yoshikazu Koike (GM Research and development Department Yamaha Japan) inilah orang dibalik munculnya motor sport Yamaha penantang serius Ninja 250cc. Geng Hijau siap-siap yah…anda ditahun 2014 mendapat pressure tinggi dari Yamaha.
ImageImageImage

Saturday, November 9, 2013

Cutting ball python eggs

telur BP menetasnya kan rata2 60 hari aja. telor bisa di cut secepat hari 45, tp resikonya besar, krn kontaminasi lalat n bakteri, amannya sih hari 60 ato nunggu ada yg keluar dengan sendirinya.
sejauh ini ane cut saat ada yg keluar dengan sendirinya, blom ada yg tewas sih.
kadang2 cut egg diperlukan karena argumen forum luar kadang ada baby yg nda punya gigi telur sehingga ga bisa keluar sendiri.
setelah netes, bersihkan badan dr cairan telur lalu jaga kelembapan 60-70% sampe dia shed,

abis itu baru kasi makan
idealnya baby bp kita kasih makan jarak berapa hari setelah do'i keluar dari telur kl kata suhu2 disini & dr hasil googling tu nunggu shedding,
  jd stelah dia kluar taro wadah dl pk alas tisu trs diemin slama krng lbh 4-7hr ato dgn kt lain sampe shedding pertma abs tu br blh disexing & dksh makan.

Friday, April 19, 2013

Korelasi pemberian makan hidup ataumati pada ular terhadap tingkat kejinakan ular…???

-->
Masalah ini kerap kali menjadi topik yang menarik serta kontoversial diantara pemilik ular. Beberapa pemilik ular berkata, mereka memberikan umpan makanan berupa tikus hidup, tidak sedikit pula pemilik ular yang berkata, mereka memberikan umpan makanan berupa tikus yang sudah mati atau setengah mati (sekarat). Sebenarnya hidup atau mati bukanlah masalah yang vital untuk ular. Sebab di alam liar, ular memburu mangsanya yang masih hidup, bahkan masih bisa berlarian serta memberikan perlawanan. Tetapi akan berbeda hasilnya pada ular hasil breeder atau ular yang sudah dijinakkan. Ular – ular tersebut telah kehilangan sedikit naluri predatornya, sehingga ada beberapa ular yang tidak mau makan umpan yang masih hidup, ada sebagian juga yang masih memiliki naluri predator alami, namun jinak bila dipegang manusia (setengah jinak). Maka pemberian umpan makanan sebenarnya disesuaikan terhadap kebutuhan ular itu sendiri serta keinginan pemiliknya. Bila si ular sudah benar – benar jinak, disarankan untuk memberikan makanan yang sudah dimatikan dulu, begitu pula sebaliknya. Dan bila si pemilik menginginkan ular yang benar – benar jinak, disarankan memberikan umpan makanan yang sudah dimatikan, begitu pula sebaliknya. Cara pemberian makan agar ular bisa jinak ini bisa dilatih terhadap ular semasa ular tersebut masih baby, atau bila kita mendapatkan ular tersebut sudah dewasa sebaiknya kita memulai dengan memberikan umpan dari hidup >> setengah mati >> mati. Cara ini dapat diterapkan terutama pada pyton atau boa. Cara memberikan makanan yang sudah dimatikan adalah dengan memegang dengan penjapit / pinset (jangan pernah memegang dengan tangan lansung karena akan berakibat ular bisa menyerang tangan kita ) lalu goyang didepannya atau didekat hidungnya.

Boa Constrictor Constrictor

Asal: Mexico sampai dengan America Selatan termasuk kepulauan disekitarnya.
Size: Boa constrictors adalah jenis ular yang besar dengan panjang yang bisa mencapai 8 s/d 12 feet dengan berat 30 s/d 60 pound, jenis betina biasanya bisa mencapai lebih besar dan panjang
Umur Hidup: Jika dipelihara dengan baik biasanya bisa mencapai umur 30 thn.
Penampilan Fisik: Dengan pesatnya perkembangan jenis jenis yang baru maka untuk menentukan gambaran yang jelas mengenai ular ini sangat susah, tetapi secara umum boa menampilkan patern yang menyerupai sadle. Campuran warna biasanya dari abu-abu sampai coklat, biasanya ular yang masih kecil sedikit terang warna kulitnya dari pada yang sudah dewasa.
Kandang: Boa yang baru menetas memerlukan biasanya aquarium seukuran 20 gallon, Tapi mereka cepat sekali menjadi besar dan memerlukan kandang yang lebih besar. Biasanya kandang yang dipakai adalah kandang yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya. Ukuran kandang minimum adalah 8 feet x 3 feet x 4 feet (T). Dilarang menggunakan kayu yang belum di finishing karena akan berakibat pada susahnya dibersihkan dan dapat melukai ular.
Suhu: Suhu 80 s/d 85 F pada siang hari dan 75 s/d 80 F pada malam hari, Pemanasan untuk berjemur 95 F. Pemanas dan Pencahayaan: Ular jenis ini memerlukan pencahayaan selama 12 jam, hal ini bisa disesuaikan apabila akan diternakkan, Sinar UV tidak perlu ditambahkan. Untuk mendapatkan pemanas yang diginkan,bisa diguanakan pemanas yang diletakan dibawah aquarium atau ceramic penghantar panas dan lampu pijar yang kurang dari 100 watt diatas kandang sangat dianjurkan. Pengguanan Batu pemanas kurang bagus karena bisa berakibat pada terbakarnya kulit ular.
Alas : Kertas koran, Indoor / Outdoor Carpet dan serutan kayubisa digunakan, Serutan kayu Aspen bisa dipaki sebagai alas, jika menggunakan serutan kayu dilarang memberi makan dengan menaruh makanan pada dasarnya, karena akan menyebabkan tertelannya serutan dan berakibat pada pencernaannya.
Lingkungan : Kotak persembunyian dan harus yang besar bisa ditaruh sebagai tempat untuk berjemur ataupun memanjat. Tempat air juga harus disediakan di dalam kandang yang ukurannya disesuakan dengna tubuhnya agar ular bisa berendam.
Pemberian Makan: Ular Boa kecil diberi makan dengan tikus yang sudah berbulu, tapi bukan pinkys, Sementara ular boa yang agak besar bisa diberi makan dengan 3 tikus dewasa atau kelinci yang masih kecil, sekali setiap 2 s/d 3 minggu. Sedangkan boa yang masih kecil bisa diberi makan setiap minggu sekali untuk mempercepat pertumbuhannya.
Perawatan dan Pembersihan : Kandang harus dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersama kotoran ular. Sangat disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.

Blood Python (Dipong) / Python Curtus Brongersmai, Python Curtus Curtus, Python Curtus Breitensteini , sanca kendang

Daerah Asal:Semenanjung Malaysia, sumatra timur dan sumatra tengah (dibatasi oleh pegunungan), pulau bangka, pulau2 di selat malaka, termasuk kepulauan lingga, kepulauan riau dan pinang.
Ukuran Dewasa: 5-7 kaki
Usia: 20 tahun.
Telur yang Dihasilkan: 18-30 telur.
Di daerah asalnya dipong dapat ditemukan di daerah persawahan, dan di wilayah2 yang basah. jenis ini bukan termasuk spesies yang langka dan dilindungi (tapi kalo diburu terus buat dimakan sama dijual, ya abis juga nantinya). Ular ini adalah pemburu yang tangguh, dan merupakan pemangsa oportunis yang memakan apa saja yang hidup (mamalia kecil dan medium, dan unggas).
Mangsa (makanannya):Tikus Putih, Rat, Marmut, Kelinci, Bebek, Ayam.
Tingkat Kesulitan Pemeliharan: Medium
Karakteristik: tergatung individu, ada yang mudah stress, ada juga yang tangguh, ada yang galak, ada yang jinak banget, ada yang langsung nyaplok!! kalo liat orang,,,
Kandang: ukuran kandang harus memungkinkan untuk ular tersebut meluruskan tubuhnya, harus menyimpan cukup kelembaban.kebersihan kandang juga sangat mempengaruhi kesehatan ular ini, karena kandang yang kotor dan lembab dapat menyebabkan penyakit.
Alas Kandang: Koran paling aman dan murah, spagnum moss sangat baik untuk dipong tetapi kebersihannya harus terjaga dengan baik, karena sangat mudah menyimpan kotoran dan jamur.

White-lipped python - Leiopython albertisii

Nama Ilmiah: Leiopython albertisii
Negara: Papua New Guinea, Australia, Indonesia
Benua: Asia, Oceania
Makanan: mamalia kecil, burung
Jenis: Carnivora
Habitat: Tropical rainforest
Status Konservasi: banyak ditemui
Family Terdekat: Amethystine python, green tree python
Termasuk dalam ular yang berukuran medium, merupakan ular phyton yang ramping, dengan pertumbuhan paling besar dapat mencapai 2 m, bahkan dapat mencapai 3m. Tubuhnya berwarna emas dan kepalanya hitam. Disamping mulutnya berwarna putih dengan garis zigzag, sehingga kita melihatnya seperti dia memiliki gigi yang besar-besar. Seperti jenis phyton pada umumnya phyton ini tidak berbisa, cara membunuh mangsanya dengan meremas dengan erat sampai mangsanya tidak bisa bernafas dan mati. Seperti ular umumnya, ular ini menelan mangsanya dari bagian kepalanya. Bagian rahang atas dari kepala phyton merekat kuat dengan bagian bawah rahangnya dengan sebuah ligamen yang elastis, hal ini memungkinkan ular ini dapat menelan mangsa yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar darinya. Ular phyton tidak mengunyah makanannya tetapi akan langsung dicerna oleh asam yang sangat kuat dalam perutnya.
Spesies ini hidup didarat umumnya membuat lubang didalam tanah dan hidup di hutan hujan di Irian Jaya dan pulau-pulau sekitarnya. Pada umumnya ditemukan pada habitat rawa dan sering ditemukan ular ini sedang berenang. Ular betinanya merupakan ibu yang baik, mereka menjaga dan mengerami telurnya sampai telurnya menetas. Phyton ini dapat mendesis lebih keras dari phyton lainnya, terutama jika mereka terasa terganggu. Phyton jantan memiliki taji yang pendek dibagian bawah tubuhnya yang digunakan sebagai alat kopulasi.
Betinanya dapat berkembang biak setiap tahun, sering ditemui juga 2 kali dalam setahun, mereka dapat mengeluarkan telur sebanyak 8-15 buah telur. Sama seperti jenis phyton lainnya, telurnya diletakkan dalam satu tumpukan. Hal ini merupakan suatu adaptasi untuk menghindari jumlah yang tercecer dalam suatu permukaan yang luas serta membantu mencegah dari kekeringan. Betinanya mengerami telurnya dengan cara melingkarkan tubuhnya pada tumpukan telur dan kepalanya berada diatas. Setelah sekitar 2 bulan, anak-anaknya sudah siap untuk menetas dan mereka sudah bisa mencari makan sendiri.
Jenis phyton ini tidak ditetapkan sebagai spesies yang terancam punah di alam liar, tetapi sebagai reptil yang banyak ditempat tropis, habitat mereka sangat rapuh dan dengan mudah bisa dihancurkan. White-lipped python termasuk dalam keluarga ular phyton yang terbesar di dunia.

Burmese Python / Python molurus bivittatus

Burmese Phyton berasal dari Asia Tenggara, Indonesia. Ukuran Burmese python bisa mencapai panjang 17-18 kaki dan berat mencapai 200 pound/lebih. Sangat mungkin ular ini dapat mencapai panjang 10 kaki pada 18 bulan. Rekor yang tercatat saat ini adalah 26 kaki. Umur Burmese pythons dapat mencapai 25 tahun/lebih dalam pemeliharaan yang baik.
Perhatian : Dikarenakan ukuran yang besar serta panjangnya ular ini sangat tidak dianjurkan untuk pemula. Memelihara ular ini diperlukan suatu keseriusan dan tidak jarang pula investasi yang sangat mahal. Disebabkan karena tidak adanya penanganan yang memadai ular ini akan menyebabkan kematian. Salah satu contoh adalah mengalungkan ular ini di leher.
Umum: Dengan tersedianya jenis yang banyak di penangkaran, sekarang bisa diperoleh bermacam warna dan jenis. Yang paling populer adalah Albino, Hijau, Labyrinth, Granit, Tiger.
Ukuran kandang seekor Burmese Python ukuran kecil membutuhkan tempat paling minim seukuran aquarium 20 gallon atau lebih, sampai dia mendapat tempat yang lebih besar. Di karenakan ukuran yang besar kadang harus di buat dengan ukuran minimal : 6“ 8 kaki panjang X 2“ 4 kaki lebar X 3“ 4 kaki tinggi. Sangat tidak disarankan menggunakan kayu yang belum finishing dikarenakan lebih mudah cepat rusak dan dapat melukai ular itu sendiri. Temperatur: siang Hari 85° sampai 90° F, dengan tempat berjemurnya antara 90° sampai 93° F. Malam hari temperatures berkisar antara 75° sampai 80° F.
Untuk pemanas dan penerangan tidak diperlukan lampu UV, untuk ular jenis ini. Pencahayaan sekitar 10 sampai 12 jam bisa menggunakan lampu pijar biasa. Menggunakan lampu pijar sebagai pemanas atau keramik penghantar panas dapat juga di pakai sebagai penghangat. Pemanas dari batu santa tidak di anjurkan karena bisa overheat dan membuat ular terluka.
Untuk alas indoor maupun outdoor carpet model Atroturf TM dianjurkan dalam pemakaian karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, selain itu yang paling mudah adalah koran, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang mengandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular. Dikarenakan ular ini berasal dari Hutan Tropical basah, jadi memerlukan kelembaban yang sesuai. Terlalu lembab dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri maupun jamur demikian halnya apabila terlalu rendah kelembabannya menyebabkan terjadinya masalah dalam pergantian kulit. Di dalam kandang juga bisa disediakan air untuk menjaga kelembaban, tetapi harus diingat bila malam harus di keluarkan dari kandang karena akan meningkatkan kelembaban..
Setelah menetas Burmese pythons bisa makan tikus dewasa ukuran kecil sebagai makanan pertama mereka, Burmese pythons dewasa memerlukan kelinci sebagai makanannya, dalam pemeberian makan tidak boleh terlalu sering karena berakibat pada obesitas. Apabila memberikan makan dengan makanan beku harus dicairkan terlebih dahulu guna mengurangi resiko terlukanya ular karena makan makan yang masih beku. Sangat tidak dianjurkan memberi makan dari binatang liar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.
Perawatan dan pembersihan kandang harus dilakukan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersam kotoran ular. Sangat disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.

Burung Surga Terindah diDunia

Burung Surga Terindah diDunia – DiBumi ini Setidaknya Terdapat lebih dari tiga lusin spesies dalam keluarga Paradisaeidae, atau lebih dikenal dengan bird of paradise. Ada sekitar 13 Genus dari burung-burung surgaini dan yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea. Di Indonesia sendiri kita sering menyebutnya dengan nama burung cendrawasih. Bercirikan dengan warna yang mencolok dan cerah, bulu berwarna kuning, biru, merah, dan hijau. Dengan warna-warna yang demikian mereka menjadi burung paling indah dan menarik di dunia, sehingga disebut sebagai burung dari surga. Burung cendrawasih banyak ditemukan di Papua atau Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya, termasuk juga Australia Timur. Sayangnya keberadaan burung ini semakin berkurang seiring dengan banyaknya perburuan liar yang tidak bertanggung jawab.
berikut adalah daftar 10 Burung Cendrawasih Terindah didunia
10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae)
10 Burung Cendrawasih Terindah di Dunia
Foto Burung Cendrawasih Terindah di Dunia
Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan. Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.
9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica)
Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.
8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti)
King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.
7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii)
Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini. Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.
6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra)
Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.
5. Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus)
Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun. Merupakan endemik di Australia timur, Riflebird juga tersebar di hutan hujan di New South Wales dan pusat Queensland. Burung jantan dapat mengembangkan sayapnya dan memamerkannya seraya bergerak ke kanan dan ke kiri di hadapan burung betina untuk memikat mereka.
4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi)
Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru. Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru. Blue Bird of Paradise adalah burung endemik Papua Nugini. Daerah penyebarannya meliputi pegunungan tenggara Papua Nugini.
3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri)
Ini adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Panjang burung dewasa mencapai 32 cm dengan ekor burung jantan yang bisa mencapai 1 meter. Burung jantan memiliki warna hitam dan hijau zaitun sedangkan burung betina berwana coklat. Burung jantan memilki ekor panjang berbentuk pita berwarna putih. Daerah penyebarannya ada di bagian tengah Pulau Irian.
2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana)
The Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut. Memiliki panjang 34 cm panjang, berwarna merah-coklat keabu-abuan, iris kuning dan kaki berwarna cokelat keabu-abuan. Burung jantan memiliki mahkota kuning, tenggorokan zamrud-hijau tua dan kerah kuning di antara tenggorokan. Warna bulu sayap bervariasi dari merah ke jingga tergantung subspesies. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat dan tidak punya bulu-bulu hiasan.
1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor)
The Lesser bird of paradise dikenal dengan nama Cendrawasih kuning kecil. Burung cantik ini berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, berwarna merah-coklat dengan mahkota kuning dan punggung atas kuning kecoklatan.Burung jantan memiliki tenggorokan berwarna zamrud-hijau tua, sepasang ekor panjang dan dihiasi dengan bulu hiasan sayap yang berwarna kuning di daerah pangkal berwarna putih di daerah luarnya. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu indah sebagai hiasan. Daerah penyabaranya meliputi seluruh hutan bagian utara Papua Nugini, dan pulau-pulau di dekat Misool dan Yapen.

Katak Unik yang Langka

Katak merupakan binatang amphibi yang hampir di setiap negara ada. Hanya saja ada beberapa spesies dari katak ini yang mulai terancam keberadaannya. Bahkan hamper punah. Dari spesies yang hampir punah tersebut terdapat yang sangat unik dan tentu saja langka. Berikut katak yang unik dan langka di dunia :
 1.    Katak Pelangi Malagasy
Katak pelangi Malagasy hidup di hutan kering berbatu di Isalo Massif Madagaskar. Katak ini berkembang biak di kolam dangkal dan bisa ditemukan di lembah. Spesies ini juga bisa ditemukan di daerah berbatu. Ketika dalam kondisi terancam, Malagasy akan mengembangkan dirinya untuk melindungi diri dari para predator. Strategi proteksi tersebut terbilang ampuh dalam mempertahankan hidupnya.  Katak ini juga memiliki banyak nama lainnya yaitu, Ornate Hopper, Rainbow Burrowing Frog, Red Rain Frog, dan Gottlebe’s Narrow-mouthed Frog.
 
Katak Pelangi Malagasy (Sumber: thefeaturedcreature.com)
2.    Katak Kaca
Hyalinobatrachium Pellucidum juga disebut sebagai katak kaca atau kristal, karena kulitnya yang transparan sehingga kita bisa melihat organ tubuhnya. Katak kaca bukan spesies baru, namun keberadaannya terancam punah. Sehingga ketika katak ini kembali ditemukan menjadi kabar menggembirakan bagi peneliti dan ekosistem.
Katak Kaca (Sumber: oufish.com)
 3.    Katak Atelopus (Katak Badut)
Katak Atelopus dikenal dengan banyak nama seperti Katak Badut atau Katak Harlequin. Katak itu adalah katak neo-tropis yang hidup menyebar cukup luas sekali di seluruh Kosta Rika dan Panama. Di sebut Katak Badut lantaran corak di tubuhnya yang terlihat lucu seperti badut. Katak ini juga diperkirakan sudah terancam punah, hanya habitat di Panama yang masih bisa dijumpai.
Katak Atelopus (Katak Badut) (Sumber: discovery.com)
4.    Katak Kecil (Small Frog)
Umumnya berada di daerah ketinggian akan terdapat hewan yang lebih besar dari habitat yang hidup di daerah normal. Tapi tidak bagi katak kecil ini, spesies yang sudah mulai langka ini justru hidup di dataran tinggi pegunungan Andes Peru selatan yang mencapai 9.925 hingga 10.466 kaki. Ukuran katak ini tidak melebihi ujung ibu jari tangan manusia.
(Sumber: guzer.com)
 5.    Katak Goliath (Conraua)
Katak Goliath atau Conraua Goliath adalah katak terbesar yang masih ada di dunia. Conraua Goliath bisa tumbuh hingga panjangnya lebih dari 33 cm dan berat mencapai 3 kg. Katak ini hanya memiliki habitat yang relatif kecil, terutama hanya di wilayah Afrika Barat seperti di Gabon. Katak Goliath bisa hidup hingga 15 tahun dengan makanannya seperti kalajengking, serangka dan katak kecil. katak-katak ini memiliki pendengaran yang peka namun tidak memiliki kantung suara.
Katak Goliath (Conraua) (Sumber: blogspot.com)
1.  Red Coat Frog
Katak ini memiliki mantel merah oranye / merah pada permukaan tubuhnya. Katak kecil ini mencapai ukuran 2,5 cm dan merupakan katak asli negara Madagaskar.

Red Coat Frog (Sumber : Web)
2. Toxic Frog
Katak beracun dengan warna seperti safir biru ini adalah nama umum dari suatu kelompok katak dalam keluarga Dendrobatidae, yakni katak yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tidak seperti kebanyakan katak, spesies ini lebih aktif di siang hari dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah. Ada banyak dari spesies ini kritis dan terancam punah. Katak ini sering disebut “anak panah katak” oleh suku Indian asli yang memang sering menggunakan sekresi beracun jenis ini untuk meracuni ujung busurnya.

Toxic Frog (sumber : Web)
3. Pillow Frog
Katak bantal ini dapat tumbuh hingga panjang enam inci dan bisa ditemukan di Uruguay, Brasil, dan Argentina utara. Walaupun mungkin terlihat seperti bantal yang diam, namun katak ini cepat dalam menyerang kadal, tikus, burung, dan katak lain.

Pillow Frog (Sumber : Web)
4. Darwin’s frog
Katak Darwin cukup teratur muncul sampai sekitar tahun 1978. Namun kini tidak muncul lagi dan tampaknya sekarang mungkin sudah punah. Spesies yang hidup di tempat gunungan sampah daun di hutan hujan ini memiliki metode yang tidak biasa dalam hal pengasuhan anak-anaknya. Sang jantan mengambil telur dari sarang ke kantung vokal mereka untuk kemudian menetas jadi kecebong setelah delapan hari. Ketika mulai merasakan kecebong yang baru menetas menggeliat, katak jantan membawa mereka ke sungai.

Darwin’s frog (sumber : Web)
5. Vietnam Frog
Theloderma corticale, atau katak berlumut Vietnam, adalah spesies katak dalam keluarga Rhacophoridae. Katak ini ditemukan di Vietnam dan mungkin Cina. Biasa hidup di alam habitat hutan dataran rendah subtropis atau tropis lembab, di sekitar air tawar, dan daerah berbatu. Nama umum katak berlumut ini timbul dari kondisi bahwa kulit bintik-bintik dan hijau tua yang menyerupai lumut tumbuh di batu. Ini adalah bentuk efektif penyamaran katak ini. (**)