Sunday, February 21, 2010

KeHiDuPaN MaLaM Di PuRWoKeRTo – Banyumas


Purwokerto – Banyumas diwaktu malam adalah pemandangan yang sebenranya sering ingin aku komentari,bayangkan kota ini ramenya paling malam hanya jam 19:00, itu dulu sekitar 7 tahunan yang lalu.

Tetapi sekarang kota ini sudah berubah, sekarang banyak sekali tempat-tempat yang dapat di jadikan tempat tujuan jalan-jalan diwaktu malam selain alun-alun Purwokerto, yang memang sering dijadikan kawasan nongkrong dari berbagai usia.

Yah..memang peradaban terus mengalami progress, akan tetapi harapan ku jangan sampai ke aslian banyumas juga ikut tergulung oleh derasnya arus perubahan Purwokerto dari kota kecil menjadi kota yang besar..
Akibat kronis dari itu semua sudah sangat terasa. Prahara seksual telah menjadi salah satu unsur nestapa dan mewabah di peradaban manusia abad kiwari. Manusia yang telah terdehumanisasikan, jiwanya semakin mengering. Pelecehan seksual, pacaran (sebelum nikah), pornografi, selingkuh, prostitusi, pemerkosaan, dan aborsi, bukan lagi merupakan kasus satu dua. Tapi sudah menjadi hiasan peradaban dan menyeruak di berbagai lorong kehi-dupan.

3 comments:

rephalehadjar said...

bener bgt Ndri.
y mw gmn lg,everything gonna change.
jaman udh tambah edan...
jd pgn berada d suasana tahun 90an..
ketika q d samperin temen2 buat bawa bekal makan siang d sawah,atw lebih tepatnya sengaja makan siang d sawah,nasi+tempe gundil+sayur d bungkus daun pisan; mandi di kali,pasar2an,dll.
tp y,jaman udh bergeser jauh..
;-)

adhitzioni said...

Purwokerto yang notabene masih berstatus ibu kota kabupaten banyumas, secara mengejutkan merupakan kota terbesar ketiga di jateng setelah semarang dan solo, walopun belum berstatus kota. Ini hal yang sangat unik, karena purwokerto justru lebih berkembang daripada daerah lain yang sudah berstatus kotamadya seperti pekalongan,tegal,magelang,dan salatiga.Sebagai kota terbesar ketiga di jateng, wajar saja kalau perikehidupan di purwokerto mengikuti alur kota2 besar lainnya.

Fika Purnamasari said...

ih